Dalamfilm Dua Garis Biru, Dara dan Bima adalah dua tokoh utama kita. Pasangan ini tipikal dua remaja yang jatuh cinta pada umumnya. Ke mana-mana bersama, saling membela, dan tak ragu menunjukkan perhatian di depan teman-temannya. Ajakan Dara kepada Bima untuk ikut pulang ke rumahnya pada suatu hari, menjadi titik mula petaka mereka berdua dan keluarganya. Dara [] FilmDua Garis Biru baru saja dirilis pada tanggal 11 Juli kemarin. Film garapan sutradara Gina S. Noer tersebut berhasil mematahkan reaksi negatif segelintir orang yang menganggap film tersebut terlalu gamblang menceritakan dinamika persoalan remaja. Padahal, film tersebut diangkat dari permasalahan yang kerap terjadi di sekeliling kita, yaitu permasalahan pernikahan dini. ResensiBuku: Dua Garis Biru. Republika.co.id. REPUBLIKA.ID. Ihram. RepJabar.co.id. RepJogja. Retizen. Judul: Dua Garis Biru Pengarang: Lucia Priandarini dan Gina S. Noer Tahun 2019 ia berkolaborasi dengan Gina untuk menulis novel adaptasi film â Dua Garis Biruâ . Buku ini membawa sebuah cerita tentang bagaimana jika sebuah hubungan Fast Money. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Novel Dua Garis Biru merupakan novel karangan Gina S Noer, novel ini menceritakan tentang kisah sepasang anak SMA yang terlibat pergaulan bebas diluar pernikahan. Novel ini dibintangi oleh Zara Adhisty sebagai Dara dan Angga Yunanda sebagai Bima, keduanya merupakan tokoh utama di novel ini dimulai ketika Bima dan Dara merupakan sepasang kekasih saat bersekolah di SMA. Mereka sepasang kekasih yang terlihat sangat dekat, selalu menghabiskan waktu bersama di sekolah maupun diluar sekolah. Hingga pada suatu ketika mereka melakukan hubungan seks, yang mengakibatkan Dara hamil saat masih duduk dibangku SMA. Sejak saat itu hidup Dara dan Bima menjadi kelam, dipenuhi pertengkaran. Novel karya Gina S Noer ini memang tak diragukan lagi dalam memoles kisahnya, berurutan, mengalir begitu saja membuat pembaca mengalami sendiri bahkan seakan tampil sebagai Bima dan Dara. Kisahnya sangat "related" dengan kejadian saat ini marak terjadi di sebagian wilayah di negeri ini. Bagaimana Gina S Noer menyajikannya menitipkan pesan-pesan moralnya melalui tokoh Bima dan Dara untuk "jleb" di hati para ini sangat menginspirasi banyak orang terutama dapat menjadi pelajaran untuk para remaja,ide cerita,dialog,semuanya pas tidak asal,memberikan pesan-pesan tersurat dan tersirat untuk para pembaca. Kita dibuat terbawa dengan alur dan konflik cerita yang dialami para karakter, karena konfliknya sangat relate bagi remaja dan orang tua. Disisi lain,dalam novel ini banyak dialog yang terlalu memicu kepada pornografi, ada kata yang kurang dipahami dan alur cerita yang menggantung. Lihat Humaniora Selengkapnya

resensi novel dua garis biru